Tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginanmu. Pada satu waktu, impianmu akan dipukul mundur, harapanmu terpatahkan, dan langkahmu dihentikan paksa. Dunia yang luas terasa begitu menyesakkan. Ramai, tetapi sepi. Ingin terus melangkah, takut terjatuh. Ingin putar balik, sudah tak mungkin tertempuh. Ingin menyerah, tetap saja tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Setiap pilihan nyaris…
Lumpu ini adalah buku ke-11 dari serial Bumi petualangan dunia paralel karya Tere Liye. Sebenarnya, novel ini merupakan kelanjutan kisah dari novel Selena dan Nebula maka bagi yang belum membaca novel Selena dan Nebula, alangkah baiknya baca terlebih dahulu kedua novel tersebut agar paham akan alur cerita dalam Lumpu. Pada novel setebal 368 halaman ini, kembali mengisahkan petualangan serta pen…
Sinopsis Komet Minor sebagai novel keenam dari serial Bumi terbit pada tahun 2019, tak lama setelah Komet–novel sebelum ini–diterbitkan. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Komet Minor merupakan lanjutan dari novel sebelumnya, yakni Komet, tetapi dalam novel ini petualangan Raib, Ali, dan Seli ditemani oleh Batozar. Saat detik-detik terakhir di pesisir pulau gerbang klan Komet Minor, …
Arduino adalah nama umum untuk sejumlah papan elektronis yang memungkinkan siapa saja dapat membuat berbagai prototipe proyek elektronika dengan mudah. Namun Arduino tidak hanya berupa perangkat keras saja, melainkan juga menyatakan perangkat lunak. Arduino Integrated Development Environment (Arduino IDE) adalah nama perangkat keras yang bersifat open source yang digunakan untuk membuat sketsa …
Kalimat-kalimat kehidupan yang mengembalikan diriku yang hilang. Apa yang benar-benar aku inginkan? Apa aku sudah hidup dengan benar ? Bagaimana aku harus hidup kedepannya? Kehidupan laksana rangkaian pertanyaan yang tiada akhir. Menemukan jawabannya dengan kekuatan sendiri tidaklah mudah. Kalau pertanyaan - pertanyaan itu terus berputar dikepala, kita jadi kelelahan dan kehilangan semangat mel…
“Kamu cantik dengan kebaya putih itu, Senjani....” Awalnya, aku sama sekali nggak menyangka kita sama-sama melangkah ke tahap ini. Aku ngerasa terlalu banyak luka buat peluk kamu, Jan. Aku nggak pernah tahu apa itu rumah, dan khawatir nggak bisa memberikan “rumah” yang layak buat kamu nanti. “Aku pasti bisa sembuh, kan, Jan? Nggak, aku harus sembuh!” Kamu selalu meyakinkan aku...